Ilmuwan China, Prof He Jiankui, mengklaim mewujudkan bayi hasil rekayasa genetika pertama di dunia. Hal itu memicu kontroversi di sisi etik. DNA bayi lahir kembar beberapa pekan lalu, Lulu dan Nana, diubah agar terhindar dari HIV.

Edit genetika bisa mencegah penyakit diturunkan. Namun, para pakar khawatir itu berbahaya bagi individu terkait dan generasi masa datang. Pakar etik dari University of Oxford, Prof Julian Savulescu, menyatakan, hal itu mengerikanj.

Seorang ilmuwan Cina yang mengklaim telah menciptakan bayi-bayi pertama yang diedit secara genetik di dunia telah membuat kontroversi atas pekerjaannya.
Berbicara di KTT genom di Hong Kong, He Jiankui mengatakan dia bangga mengubah gen gadis kembar sehingga mereka tidak bisa tertular HIV.

Edit genetika eksperimental dan memicu soal genetik, termasuk kanker. Southern University of Science and Technology Shenzen, tempat He meneliti, tak tahu itu.

” Meski kontroversial, ada keluarga butuh teknologi ini, ” kata He, Senin ( 26/11/2018 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / ADH.