Para orangtua di China sedang pusing tujuh keliling. Bukan memikirkan perang dagang negara mereka dengan Amerika Serikat, melainkan puyeng menghadapi tugas-tugas pekerjaan rumah anak-anak mereka di usia pra-sekolah yang dirasa tidak masuk akal. Memasuki semester baru, seperti dilansir laman Global Times, Kamis ( 13/9/2018 ), para orangtua itu menumpahkan unek-unek di media sosial Weibo.

Salah satu unggahan mereka, misalnya, menyebutkan bahwa seorang guru tingkat keempat bernama keluarga Su di Foshan, Provinsi Guangdong, memerintahkan para siswanya menghitung 100 juta butir padi sebagai bagian dari pelajaran tentang angka yang sangat besar. Para pengguna medsos mengalkulasi, butuh kira-kira waktu satu tahun untuk menghitung 100 juta butir padi. Orangtua lainnya di Provinsi Zheijang mengaku stres karena harus membantu anaknya di usia pra-sekolah merekam bentuk bulan di tengah malam selama 30 hari berturut-turut agar hasil foto bulan itu digambar anaknya.

Saya, Agness Walewinder dan murid TK Tionghoa saya. Dari kiri: Yuki, Jess, Nick, Anna, Elaine, dan Murphy. Agness mengaku senang menjadi guru murid pra sekolah di China. Di sekolah Agness mengajar anak bermain, mengenalkan gambar-gambar beserta namanya, juga nama huruf. Ia berusaha membuat orang tua anak senang dengan cara mengajarnya. Tidak rumit, susah, juga tidak memberikan PR pada anak di rumah.

Ia mengaku, berat badannya sampai turun 4 kilogram. Seperti biasanya, unggahan-ungghan keluh kesah itu menuai komentar warganet lainnya. ” Menggambar bulan setidaknya masih mending ketimbang harus menghitung 100 juta butir padi, ” kata salah satu pemilik akun Weibo.

SAM.