Warga Suriah, Hassan al-Kontar, tujuh bulan hidup di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Nasibnya yang tidak menentu itu berakhir pada Senin ( 1/10/2018 ) setelah polisi Malaysia mengeluarkannya dari bandara dan menahannya. Kontar ditangkap dengan tuduhan berada di area keberangkatan tanpa boarding pass.

Sebelum ditangkap, ia menyebarluaskan nasibnya yang terkatung-katung. ” Pernyataannya di media sosial memalukan Malaysia, ” ujar Kepala Imigrasi Malaysia Mustafar Ali, dikutip Bernama. Malaysia berkoordinasi dengan Suriah untuk memulangkan Kontar.

Pemuda berusia 36 tahun itu terkatung-katung – mirip cerita film The Terminal yang dibintangi Tom Hanks – setelah dideportasi dari Uni Emirat Arab, tempat dia bekerja ketika perang pecah di Suriah, 2011. Dia tak bisa memperbarui paspor karena belum menyelesaikan wajib militer dan enggan pulang karena takut dipaksa bergabung dengan militer. Jadi, dia tinggal secara ilegal di UAE, tetapi ditangkap tahun 2016.

Pengungsi asal Suriah Hassan Al Kontar telah tinggal di areal kedatangan di bandara Kuala Lumpur selama 7 bulan. Ia tak mau dipulangkan ke Suriah karena tidak ingin mengikuti wajib militer negaranya.

Pada 2017, ia dideportasi ke Malaysia, satu segelintir negara yang memberikan akses bebas visa kepada warga Suriah saat datang. Setelah tiga bulan, visa turisnya habis dan ia mencoba pergi ke Turki, tetapi ditolak. Dia pergi ke Kamboja, tetapi dikirim kembali.

Sejak itu, Kontar tinggal di area kedatangan. Hidupnya tergantung dari makanan yang disumbang anggota staf maskapai penerbangan. Kontar telah mengajukan permohonan suaka di Ekuador dan Kamboja, tetapi gagal.

AFP / ATO.

Iklan