Di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, pemuda bernama Huang pada 1 Juli lalu terkejut melihat catatan perjalanan ayahnya yang sudah meninggal satu bulan sebelumnya, menunjuk pada angka 2.000 langkah pada aplikasi WeChat. Bagaimana mungkin, orang yang sudah meninggal masih bisa berjalan? Huang lalu mendatangi makam ayahnya, tempat barang-barang pribadinya, seperti ponsel, ikut dikubur.

Setelah diperiksa, ponsel ayahnya ternyata hilang. Polisi lalu turun tangan. Berdasarkan penyelidikan, pencuri ponsel di kuburan itu adalah laki-laki bernama Chen.

Aplikasi WeChat warga China yang sudah meninggal dunia milik ayah Huang warga Hangzhou, ternyata masih berfungsi dan digunakan. Padahal ayah Huang sudah meninggal sebulan lalu. Setelah diselidiki, ternyata bekal kubur ponsel pintar di dalam makam ayah Huang dibongkar orang dan dicuri. Pencuri yang diindentifikasi bernama Chen menggunakan apliasi WeChat untuk aktivitas perjalanannya, telah menunjuk pada angka 2.000 langkah.

Pelaku beraksi di makam sejak Juli 2017 hingga Juli 2018. Miturut polisi, selama periode tersebut, Chen mengambil lima ponsel serta satu tablet. Seperti dikutip globaltimes.cn pada 28 September 2018, Chen mengaku memperhatikan banyak orang mengubur barang keperluan sehari-hari seperti telepon genggam, jam tangan, dan pakaian milik kerabat yang meninggal di kuburan.

Jadi, kapan pun ingin mengganti ponsel, ia cukup mencari kuburan dengan batu nisan yang masih baru. Wah…..

ATO.