Gara-gara ingin hemat pengeluaran, seorang ibu nyaris kehilangan nyawa anaknya. Peristiwa ini terjadi di kota Yuhuan, Provinsi Zhejiang, China, beberapa hari lalu. Cerita bermula ketika bocah berusia lima tahun merengek kepada ibunya yang bernama Liu agar diizinkan naik bianglala di sebuah taman hiburan dalam rangka Festival Musim Gugur.

Agar tak perlu membeli tiket dewasa 30 yuan atau Rp 65.000, ia membiarkan anaknya untuk naik bianglala sendirian. Celakanya, ketika bagian bianglala yang diduduki oleh si bocah mencapai ketinggian 40 meter, bocah ini berusaha keluar dari pagar pembatas. Untung saja, ia tidak bisa mengeluarkan seluruh tubuhnya.

Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun menggantung di ketinggian 42 meter (138 kaki) di atas tanah dengan kepala tertancap di jeruji di atas sebuah kincir raksasa bianglala. Melihat adegan berbahaya ini, Operator kincir bianglala lalu memperlambat putaran bianglala agar turun sampai ke tanah sehingga mereka bisa melepaskan anak yang menangis tak terkendali karena berusaha keluar dari posisi tempat duduknya.

Kepalanya tersangkut di pagar pembatas. ” Saya melihat seorang anak mengeluarkan kaki lewat celah di antara batang pagar. Tubuhnya keluar dan tergantung. Kepalanya menyangkut di antara batang besi itu, ” ujar seorang saksi seperti dikutip Globaltimes.cn, Selasa ( 25/9/2018 ).

Petugas berhasil menurunkan bagian bianglala yang ditumpangi si bocah, yang tak mengalami cedera. Aduh…..

ATO.