Apa arti sebuah nama? Ungkapan terkenal ini digubah pujangga Inggris, William Shakespeare. Tentu bukan karena pengaruh Shakespeare ketika warga Kongthong, desa terpencil di Negara Bagian Meghalaya, India, memanggil satu sama lain bukan dengan nama, melainkan dengan nada atau kicauan melengking.

Siulan keluar dari mulut pria warga Kongthong lalu berubah menjadi kicauan bergema di kawasan hutan di sekitar Kongthong, sebuah desa terpencil di India. Siulan atau kicauan ini bukan kicau burung. Orang-orang desa Kongthong saling memanggil nama sahabat atau anaknya dengan bunyi siulan. Di perbukitan Meghalaya yang subur, para ibu dari Kongthong dan beberapa desa setempat  juga membuat melodi khusus untuk memanggil anaknya.

Secara turun-temurun, setelah melahirkan anak, para ibu di desa itu dan desa-desa sekitarnya membuatkan nada atau melodi khusus sebagai panggilan anak mereka. Dengan nada atau melodi itulah, warga suku Khasi di desa-desa tersebut memanggil satu sama lain. Warga Khasi tetap memiliki nama asli, tetapi jarang digunakan sebagai panggilan.

” Susunan melodi ini datang dari lubuk hati yang terdalam. Ini menggambarkan kegembiraan dan kecintaan terhadap bayi saya, ” kata Pyndaplin Shabong ( 31 ) ibu dari tiga anak.

AFP / SAM.