Paparan polusi udara secara kronis terkait kemampuan kognitif. Demikian hasil studi terbaru di China. Tim peneliti meyakini, dampak negatif naik seiring bertambahnya usia dan memengaruhi pria dengan tingkat pendidikan rendah.

Paparan kronis terhadap polusi udara dapat menurunkan kemampuan kinerja kognitif pria dengan tingkatan pendidikan rendah. Para peneliti percaya bahwa dampak negatif meningkat seiring bertambahnya usia. Polusi udara yang berat di distrik pusat bisnis Beijing memaksa banyak orang untuk memakai masker pelindung. Foto :  ( Reuters )

Hubungan antara polusi dan penyakit pernapasan sudah diketahui dengan baik, dan sebagian besar ahli sekarang percaya bahwa partikel kecil juga dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Apakah bentuk polusi udara ini mengganggu kognisi belum pasti, tetapi beberapa penelitian telah mengisyaratkan adanya hubungan. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)

Selama empat tahun, kemampuan verbal dan matematika 20.000 penduduk di China dipantau dalam studi oleh Amerika Serikat dan China. Studi oleh peneliti dari Beijing’s Peking University di AS berbasis pada pengukuran sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan partikel lebih kecil dari 10 mikrometer di tempat partisipan tinggal.

” Sampel kami memungkinkan pemeriksaan dampak polusi udara seiring bertambahnya usia, ” kata penulis, Xi Chen dari Yale School of Public Health, Selasa ( 28/8/2018 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.