Ini bisa jadi peringatan bagi para penyelenggara pemilu. Sebanyak 35 anak berusia 6-17 tahun tanpa kesulitan meretas replika situs-situs pemilu di enam negara bagian di Amerika Serikat. Unjuk kebolehan itu berlangsung pada Def Con, pertemuan tahunan terbesar para peretas sedunia di Las Vegas, Nevada, AS, 9-12 Agustus lalu.

Peretas tercepat pada ajang ” Kampung Pemungutan Suara ” itu adalah bocah berusia 10 tahun. Hanya dalam 10 menit ia mampu meretas replika situs pemilu di Florida. Ia dengan leluasa mengubah nama-nama kandidat dan perolehan suaranya.

Emmett Brewer seorang bocah 11 tahun berhasil meretas situs web republik hasil pemilu Florida dalam 10 menit dan mengubah nama kandidat ke namanya. 

Salah satu nama kandidat dia ubah dengan sebutan dirinya, Emmett Brewer, plus penggelembungan suara hingga miliaran. Miturut panitianya, lewat Twitter, ajang itu untuk menguji kekuatan inftrastruktur pemilu AS. Detail kelemahan yang ditemukan akan disampaikan kepada otoritas pemilu di AS.

National Association of Secretaries of State ( NASS ), yang mengurus penghitungan suara pemilu, menyambut baik ajang itu. ” Sangat sulit meniru sistem-sistem ( pemilu sebenarnya ) karena menggunakan jaringan unik dan basis data dengan protokol keamanan baru dan diperbarui, ” sebut NASS. Awas, jangan remehkan anak-anak itu…..

Reuters / SAM.