Kawanan nyamuk kembali menyerang wilayah di China barat laut. Nyamuk-nyamuk itu tak hanya mengganggu penduduk setempat dan pasukan China di perbatasan, tetapi juga wisatawan. Nyamuk itu juga menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Tentara yang ditempatkan di Habahe, Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, terpaksa memakai jaring di bagian wajah dan alat pelindung lainnya untuk menangkis gigitan nyamuk ketika suhu terus meningkat. Wilayah Xinjiang terkenal dengan kawanan nyamuk yang datangnya musiman. Laman Globaltimes, Kamis ( 19/7/2018 ), melaporkan, selama dua bulan kepadatan nyamuk mencapai 1.700 per meter kubik.

” Wabah nyamuk datang lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya dimulai sekitar 12 Juni, ” kata seorang tentara. Warga sipil juga tidak membiarkan kulit mereka terbuka.

Nyamuk yang terinfeksi bakteri yang menggigit manusia, menularkan penyakit, seperti demam berdarah dan yang lebih berbahaya adalah virus zika.

” Bagaimana orang-orang di sini bertahan hidup di masa lalu dengan metode perlindungan yang terbatas, ” kata seorang wisatawan bermarga Zhang keheranan. ” Nyamuk-nyamuk ini berbahaya, bahkan untuk orang-orang tangguh seperti diriku, ” katanya.

Sebagian besar wilayah itu diserang nyamuk yang dikenal menyebarkan penyakit, seperti demam berdarah, demam kuning, dan bahkan virus zika. Gigitan nyamuk bisa menyebabkan reaksi alergi, mual, dan muntah.

LOK.