Penelitian pada sampel air yang bersumber dari sungai-sungai di Inggris menunjukkan kandungan mikroplastik sangat tinggi yang berasal dari instalasi pengolahan air limbah ( IPAL ). Peneliti pada University of Leeds mengukur konsentrasi mikroplastik di IPAL, yang berada di hulu dan hilir sungai itu. Hasilnya, seluruh IPAL menunjukkan keterkaitan sebagai penyebab peningkatan konsentrasi mikroplastik di sungai.

Peneliti dari The University of Leeds menyerukan peraturan yang lebih ketat pada limbah yang mengalir ke saluran air perkotaan, setelah studi pertama dari jenisnya menemukan bahwa mikroplastik dari saluran sungai perkotaan adalah penyumbang utama untuk masalah polusi di lautan. Mikroplastik adalah kepingan-kepingan plastik yang sangat kecil termasuk microbeads, microfibres, dan fragmen-fragmen plastik yang memasuki sistem sungai dari berbagai sumber termasuk limbah industri, saluran air hujan dan air limbah domestik.

Pada Science Daily, 11 Juni 2018, disebutkan, laporan ini dimuat dalam jurnal Environmental Science and Polution Research. Penulis utama laporan ini, Paul Kay dari School of Geography di University of Leeds, mengatakan, mikroplastik merupakan kontaminan pada sungai yang paling minim kajian. Mikroplastik merupakan plastik dengan diamter kurang dari 5 milimeter.

Sumber : Kilas Iptek / ICH.

Iklan