Penyakit Laurel yang menyebabkan layu pada tanaman alpukat saat musim panen menimbulkan permasalahan serius pada bisnis alpukat di Florida Selatan. Deteksi dini pada penyakit ini menjadi instrumen penting untuk mendeteksi perluasan infeksi penyakit tersebut. Studi dari Florida Internasional University yang dipublikasikan dalam American for Horticultural Science seperti dikutip Sciencedaily, 8 Juni 2018, menyebutkan, deteksi dini bisa memanfaatkan indera penciuman anjing.

Pohon alpukat menunjukkan gejala penyakit jamur yang disebut laurel layu, penyakit mematikan yang menewaskan pohon alpukat di seluruh Miami-Dade County. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Florida Selatan pada tahun 2011 dan disebarkan oleh serangga kecil yang disebut kumbang ambrosia. Laurel wilt hanya menginfeksi pohon alpukat. Akibat terinfeksi laurel, buah dan daun alpukat menjadi layu.

Ada masalah besar yang harus dilakukan dengan pertumbuhan dan kematian pohon alpukat di Florida yang perlu ditangani. Banyak orang tahu bahwa buah hijau alpukat terserang penyakit layu laurel, yang disebabkan oleh jamur yang dibawa oleh serangga. Karena kekurangan stok buah alpukat menyebabkan industri alpukat menaikan harga.

Anjing dapat mendeteksi penyakit layu laurel sejak dini di pohon alpukat. Cobra, anjing Malinois Belgia, yang berusia tiga tahun, duduk dipandu pawangnya sedang mendeteksi batang pohon alpukat yang terinfeksi penyakit Laurel.

Studi ini dilakukan Julian Mendel, Kenneth G Furton, dan DeEtta Mills. Penyakit Laurel mengakibatkan 300 juta pohon yang sebagian besar adalah alpukat menjadi layu dan mati. Alpukat merupakan bisnis perkebunan terbesar kedua setelah jeruk di Florida Selatan.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ICH.