Paparan polusi udara terkait soal kesehatan. Miturut kajian terbaru, pencemaran udara memicu mutasi genetika yang bisa menyebabkan kanker otak. Riset dilakukan tim dari Nanomedicine Research Center, Cedar-Sinai, ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports edisi April dan dirilis  pada Selasa ( 8/5/2018 ).

Pencemaran lingkungan telah menyebabkan sejumlah efek genetik dalam komunitas mikroba, dari resistensi antibiotik dan antijamur untuk meningkatkan keragaman mikroba. Peningkatan jumlah obat-obatan dalam sistem air menantang mikroba untuk menjadi resisten terhadap kelas obat antimikroba yang lebih luas. Misalnya, E. coli yang diisolasi dari Shipyard Creek di South Carolina, yang tercemar oleh logam beracun dan limbah industri lainnya, telah terbukti resisten terhadap sembilan kelas antibiotik yang berbeda. Ketika mikroba di lingkungan berubah dan berpotensi tumbuh lebih ganas dan patogen, efeknya pada hewan yang bersinggungan dengan mereka juga akan berubah.

” Studi di Los Angeles berdampak signifikan pada mutu udara, terutama pada orang yang terpapar polusi jangka lama, “kata Julia Ljubimova, ketua tim peneliti. Polusi udara masuk ke tubuh dengan terhirup ke paru-paru, lalu logam berat masuk ke darah dan otak.

Miturut Eggehard Holler, ahli bedah otak, bahaya polusi udara ini dibuktikan dengan meneliti tikus percobaan.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / AIK.