Riset pada semut dari genus Atta menunjukkan, bakteri bersimbiosis dengan mereka jadi kunci komunikasi antarindividu dan pertahanan koloni melawan patogen. Riset oleh University of Sao Paolo di Brasil menemukan, bakteri di mikrobiota berasosiasi dengan semut pemotong daun, Atta sexdens rubropilosa. Itu menghasilkan feromon jejak seperti senyawa kimia aromatik yang dipakai semut meletakkan jajak di sarang.

Jamur semut yang tumbuh bersama beberapa mikroba simbiotik, termasuk Actinobacteria untuk produksi antibiotik. Yang perlu dipelajari dari bakteri ini adalah di dalam genus Pseudonocardia, pada sebagian besar semut yang tumbuh bersama jamur, terlihat mencolok pada kutikula eksternal semut pekerja.

Itu dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports. Pada semut A sexdens rubropilosa, zat piazin dari senyawa heterosiklik memandu semut tanpa menyimpang menuju sarang, ” kata Monica Tallarico Pupo, profesor di Universitas Sao Paulo Ribeirao Preto School of Pharmaceutical Sciences, peneliti proyek itu, Senin ( 9/4/2018 ).

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ICH.