Hari Minggu ( 8/4/2018 ), di kota Manila, Filipina, berlangsung ajang lari bertajuk Lari dengan Celana Dalam ( Underpants Run ). Peserta berlari dengan berpakaian dalam, bercawat, atau memakai kain penutup pinggang, berkostum ketat, dan kostum semi-telanjang lainnya. Ada yang berani memakai G-string, ada juga yang mengecat tubuh telanjangnya.

” Ini untuk cuci mata. Orang-orang pada demen, ” kata Ronald Tugade ( 30 ), peserta lari nomor 5 kilometer. Peserta bisa memilih 3,5, atau 10 kilometer.

Joggers yang mengenakan pakaian minim penutup tubuh berpartisipasi dalam lomba lari yang menyenangkan di Manila. Foto : AP

Dibalut pakaian dalam, cawat membungkus tubuh, ratusan pemuda juga remaja putri semi-telanjang menggebrak jalanan Manila dalam lomba yang tidak biasa, menempuh jarak terjauh 10 kilometer. Masing-masing peserta dengan penuh semangat berharap segera sampai garis finish. Foto : AP

Beberapa selebritas lokal dan satu aktor terkenal yang ikut ajang itu diserbu perempuan peserta lari. ” Anda harus merasa nyaman dengan penampilan tubuh, tak ada sikap memperolok penampilan tubuh, ” kata Tugade.

Ia mengakui , ajang lari seperti itu membuat konsentrasi buyar. Ia menyelesaikan 5 kilometer dalam waktu relatif lambat, 26 menit. Gara-gara cuci mata.

AFP / SAM.