Jangan sembarangan melempar sisa apel yang telah dimakan. Kondisi kesehatan seorang bayi di China kritis gara-gara terkena lemparan apel. Bayi yang bernama Fanfan dan berusia tiga bulan itu, pekan lalu, sedang digendong neneknya.

Ia dibawa keluar apartemen mereka di Dongguan, Provinsi Guangdong, China. Tiba-tiba Fanfan terkena lemparan apel di kepalanya. Apel itu berasal dari lantai atas bangunan apartemen.

Miturut situs globaltimes.cn, dokter di rumah sakit anak di Shenzhen mendiagnosis, akibat terkena lemparan apel yang keras, Fanfan mengalami trauma kepala. Tengkoraknya cedera. Mengingat aksi itu menyebabkan kondisi bayi kritis, polisi melakukan penyelidikan.

 

Seorang bayi perempuan balita terkena apel yang jatuh dari apartemen lantai 28.
Bayi berusia tiga bulan didiagnosis menderita patah tulang tengkorak dan pendarahan otak. Polisi Dongguan sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tersangka di blok pemukiman apartemen ini.

Bayi perempuan, Fanfan, masih koma setelah menjalani dua operasi pada kepalanya karena tertimpa buah apel yang dilempar seseorang di lantai atas apartemen tempat ibunya tinggal.

Ayah Fanfan, yang bernama belakang Yu, mengatakan kepada polisi bahwa ia yakin apel dilempar oleh seorang anak yang tinggal di atas lantai apartemen mereka yang tingginya 28 lantai. Fanfan dioperasi untuk menghentikan pendarahan otak. Sejauh ini biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengobatan Fanfan mencapai 100.000 yuan ( Rp 217 juta ).

” Dokter mengatakan, meski Fanfan bisa sadar kembali, otak kanannya tetap kehilangan semua fungsinya. Ibu dan neneknya sangat kesal atas kejadian ini, ” papar Yu. Miturut dia, polisi mempersempit penyelidikan setelah mengumpulkan contoh darah dan air liur dari semua penghuni apartemen.

LOK.