Gangguan pada makan bisa memicu masalah kesehatan serius. Namun, tanda gangguan makan kurang dikenali masyarakat. Survei YouGov pada 2.108 orang dewasa di Inggris, menandai Pekan Peduli Gangguan Makan, menemukan 79 persen responden tak tahu gejala psikologis, seperti rendah diri atau punya persepsi salah terkait berat badan.

Jumlah pria dan wanita yang dirawat di rumah sakit karena gangguan makan meningkat sebesar 70% dalam enam tahun terakhir, Andrew Radford, kepala eksekutif Beat, lembaga amal gangguan makan di Inggris yang berbasis di Norwich, mengatakan bagaimana perawatan dini sangat penting mengatasi gangguan makan.

Stacey Taylor, dari Dereham, telah berbicara tentang pengalamannya dengan anoreksia dan bulimia untuk membantu meningkatkan kesadaran seseorang mengenal Gangguan Makan. Foto pribadi : Stacey Taylor

Beat, lembaga sosial yang menangani gangguan makan, menyatakan, rendahnya kesadaran deteksi dini gangguan seperti anoreksia dan bulimia mengakibatkan penanganan terlambat dan memicu penyakit berbahaya. Tanda gangguan makan, yakni terobsesi pada makanan, perubahan perilaku, punya keyakinan menyimpang tentang ukuran tubuh, kerap letih, pergi ke toilet sehabis makan, dan berolahraga berlebihan.

Kepala Eksekutif Beat, Andrew Radford, Senin ( 26/2 ), menyatakan, ” Jika ada tanda gangguan makan pada teman atau keluarga, ajak mereka ke dokter.”

Sumber : Kilas Iptek / BBC /EVY.