Pilot pesawat Transvia, beberapa hari lalu, memutuskan untuk mendarat darurat di Vienna, Austria. Pesawat milik anak perusahaan Air France-KLM itu tengah terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Amsterdam saat terjadi perkelahian antarpenumpang. Awak pesawat menemukan dua penumpang berkelahi dengan seorang penumpang lainnya.

Pengeroyokan dipicu kekesalan dua pria tersebut. Penyebabnya, penumpang yang dikeroyok tidak berhenti buang angin. Penumpang yang berulang kali buang angin itu sudah diperingatkan, tetapi perut si penupang sepertinya tidak mau kompromi dan terus-menerus buang gas.

Gara-gara bau kentut yang dilepaskan seorang penumpang pesawat, penumpang lain pun marah lalu memukul si pria pembuang gas sembarangan. Ilustrasi : Handining.

Para pengeroyok juga mengajukan protes kepada awak pesawat, tetapi tidak diindahkan. Akibatnya, mereka kesal lalu memukuli si tukang buang gas. Perekelahian ini membuat pilot memutuskan untuk mendarat darurat.

Pilot pesawat juga memberikan peringatan kepada dua pengeroyok karena dinilai memicu keributan dan bersikap agresif. Sebaliknya, si tukang buang gas aman-aman saja.

Sebagai balasa, penumpang ang diperingatkan tersebut menggugat ke pengadilan. Semua berawal dari buang angin dalam pesawat.

AP / RAZ.