Ou ( 30 ), perempuan asal Yichuan, Provinsi Henan, China, selama bertahun-tahun sedih dan menderita akibat memendam rasa bersalah. Ou pernah mencuri sebatang sabun saat berusia 12 tahun. Media Global Times, Selasa ( 13/2 ), menyebutkan, Ou datang ke pusat pertokoan Zhoutian di Yichuan sambil membawa 100 batang sabun dengan aroma parfum, sabun yang sama seperti yang dicurinya 18 tahun lalu.

Ou memberikan penjelasan alasan ia dahulu mencuri jenis sabun tersebut. Pada masa itu, ibunya sangat menginginkan sabun beraroma buah pepaya. Namun, karena miskin, mereka sekeluarga tidak bisa membelinya.

Seorang wanita berusia 30 tahun dari Yichuan di provinsi Henan, China tengah, baru-baru ini membuat berita setelah dia membayar kembali sabun yang dia curi 18 tahun yang lalu dengan 100 batang sabun dengan jenis yang sama.Wanita yang dikenali oleh nama keluarganya Qu, pergi ke toko tempat dia mencuri sebatang sabun saat dia berusia 12. Tampak Qu membawa sabun wangi pepaya dalam jumlah besar dalam sebuah kotak yang dia curi hampir beberapa dekade. lalu.

” Rasa bersalah itu ini membebani hati saya selama bertahun-tahun. Perbuatan itu adalah yang paling buruk yang pernah saya lakukan sepanjang hidup” tutur Ou kepada karyawan pertokoan Zhoutian. Ou mengatakan, pengalaman mencuri membuatnya depresi sehingga mengembalikan sabun menjadi seperti terapi baginya.

” Tahun lalu saya sakit keras akibat depresi. Namun, sekarang saya merasa jauh lebih baik, ” ujarnya. Mendengar penjelasan Ou, pemilik pusat pertokoan itu jatuh iba dan malah membayar semua sabun yang sudah diberikan Ou.

Sabun-sabun lalu dibagikan gratis kepada karyawan pertokoan khusus yang bertugas di bagian sanitasi.

LUK.