Memainkan musik butuh kemampuan kompleks sehingga struktur otak lebih berkembang. Studi peneliti Institut Ilmu Otak dan Kognitif Manusia Max Planck ( MPI CRS ) di Leipzig, Jerman, menemukan kemampuan membuat musik bergantung jenis musik. Aktivitas otak pianiz jazz dan pianis musik klasik berbeda meski memainkan nada sama.

Para ilmuwan di Institut Max Planck untuk Ilmu Kognitif dan Pengetahuan Manusia (MPI CBS) di Leipzig baru-baru ini mengamati bahwa aktivitas otak pianis jazz berbeda dengan pianis klasik, bahkan saat memainkan musik yang sama. Mereka mengamati bahwa saat bermain piano, proses yang berbeda terjadi pada otak jazz dan otak klasik, bahkan saat melakukan hal yang sama.

” Tuntutan dua jenis musik berbeda, musik klasik butuh keterampilan menafsirkan lebih, dan musik jazz butuh improvisasi kreatif, ” kata Daniela Sammler, ahli neurosains MPI CBS, Selasa ( 16/1 ). Jadi, pianis harus tahu kunci yang dimainkan dan cara memainkan dengan jari tepat. Pianis klasik memusatkan permainan di jari, pianis jazz fokus ke kunci dimainkan.

” Bukti neuron menunjukkan pianizz jazz fleksibel memainkan harmoni saat main piano, ” kata peneliti, Roberta Bianco. Pianis klasik menunjukkan penampilan terbaik saat memainkan jari.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.