Gubernur New Jersey, Chris Chistie, Senin ( 15/1 ), menandatangani aturan pelarangan penerbangan pesawat nirawak di wilayah negara bagian yang dipimpinnya, khususnya bagi yang tengan mabuk akibat pengaruh minuman keras. Aturan itu sama dengan larangan menyetir bagi warga yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Hukuman bagi pelanggarnya tidak main-main enam bulan penjara dan atau denda 1.000 dollar AS ( Rp 13,1 juta ).

Larisnya pesawat nirawak di AS secara umum melatarbelakangi terbitnya aturan ini. Sepanjang tahun 2017, penjualan pesawat nirawak mencapai 1 miliar dollar AS. Ini nilai penjualan tertinggi sepanjang masa.

Hukuman bagi pelanggar yang nekat menerbangkan pesawat nirawak, enam bulan penjara atau denda 1.000 dollar AS. Ilustrasi : Handining.

Perdebatan soal aturan larangan itu sempat mengemuka di New Jersey. Pemungutan suara di senat soal aturan itu tertunda beberapa hari karena hujan salju yang diklasifikasikan sebagai kondisi darurat di New Jersey.

Jatuhnya sebuah pesawat nirawak di kompleks Gedung Putih tahun 2015 menjadi salah satu sumber perdebatan perihal pengaturan penerbangan pesawat nirawak di Konggres AS. Laporan The New York Times, menyebutkan, kala itu pesawat nirawak tersebut diterbangkan seorang pegawai di perusahaan media yang diketahui tengah dalam pengaruh alkohol.

Reuters / BEN.