Harimau di India tengah kehilangan 95 persen wilayah jelajahnya karena pembangunan jalan raya dan populasi yang menghambat pergerakan antarkantong. Demikian diberitakan sciencedaily.com, Kamis ( 11/1 ). Pembangunan tak terencana baik mengancam hilangnya koneksi antarwilayah harimau dan meningkatkan ancaman untuk punah.

Untuk mempertahankan populasi, harimau harus dikelola dalam sebuah jaringan, yaitu wilayah-wilayah yang terhubung dengan koridor. Studi dilakukan sejumlah peneliti dari National Centre for Biological Sciences ( NCBS ), The Wildlife Conservation Trust, The Foundation for Ecological Research, Advocacy and Learning dan The University of Montana.

Mempertahankan konektivitas di antara populasi harimau India sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang mereka di alam liar. Data genetik penduduk di 12 lokus mikrosatelit dari 116 individu di India Tengah, menunjukkan bahwa konektivitas secara negatif terkena dampak oleh pemukiman padat manusia dan pembangunan jalan raya dengan lalu lintas tinggi, kemungkinan akan meningkat di masa depan demi pertumbuhan perkembangan ekonomi. Untuk menyelidiki bagaimana populasi, konektivitas dan variasi genetik dapat dipertahankan, kami mensimulasikan dampak skenario pembangunan di masa depan selama abad berikutnya. Hasil pengembangan yang tidak direncanakan menghasilkan variasi genetik yang signifikan (35% lebih rendah) dan probabilitas kepunahan rata-rata 56% di seluruh kawasan lindung.

Mereka mengumpulkan informasi genetik dari kotoran harimau. ” Saat ini tak ada gerakan harimau dan pertukaran genetik antarwilayah, ” ujar Prachi Thatte, a PHD, mahasiswa laboratoriom Dr Uma Ramakrishnan, pelapor utama, di NCBS.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ISW.