Burung merpati dikenal punya kemampuan jelajah yang baik. Studi terbaru menunjukkan hal itu didukung kecakapan kognitif otaknya yang bisa menangkap konsep abstrak, seperti ruang dan waktu. Merpati bisa mengenali seberapa besar ruang yang dibutuhkan sebuah obyek dan berapa lama obyek itu tampak.

Pada manusia dan primata lain, kemampuan mengenali ruang dan waktu dengan bagian otak yang disebut korteks. Sementara merpati dan burung lain tak punya korteks sehingga pengenalan ruang dan waktu dilakukan di area otak yang disebut pallium. Namun, informasi ruang-waktu diolah dengan cara sama.

Burung-burung yang bermigrasi memanfaatkan benda-benda yang dapat dilihatnya seperti matahari, bulan, bintang, serta mampu merekam dalam otaknya bagian-bagian permukaan bumi yang memiliki ciri khusus. Hingga kini,  merpati, yang dikenal dengan nama ilmiah Columba livia, mampu menentukan letak rumahnya masih merupakan sebuah teka teki. Di antara penjelasan yang mungkin, yang paling banyak dipercayai adalah keberadaan indra penciuman yang sangat tajam dan kemampuan merasakan medan magnet bumi.

Evolusi menjadikan konsep mengenal ruang dan waktu bisa dilakukan di area otak lain selain korteks. Studi ini menunjukkan, ” Kemampuan kognitif burung lebih dekat dengan kelompok primata, ” kata ahli psikologi eksperimental Universitas Iowa, AS, Edward Wasserman, Senin ( 4/12 ).

Dalam studi ini, merpati dites mengenali garis dengan panjang dan durasi berbeda pada monitor komputer.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.