Hawa dingin bisa memicu serangan asma. Karena itu, datangnya musim dingin di belahan Bumi utara dan musim hujan di Indonesia membuat para pasien asma dianjurkan mengenakan syal untuk menutupi leher hingga bagian atas hidung. Bernapas di udara dingin dan lembab bisa membuat saluran udara menegang sehingga memicu asma pada 3 dari 4 pasien.

Udara dingin menjadi salah satu faktor pemicu kambuhnya asma. Untuk membantu mengatasi efek buruknya, para penderita bisa mengakalinya dengan menggunakan syal. Dilansir BBC, syal atau selendang bisa menghangatkan udara sebelum dihirup. Perlu diingat bahwa cara ini hanya sekadar untuk meredakan, bukan sebagai pengganti obat. Jadi anda tetap harus selalu membawa obat-obatan.

Serangan yang muncul berupa batuk, mengi, dan napas pendek atau terengah-engah. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebut prevalensi asma di Indonesia 4,5 persen atau setara 12 juta orang. Pimpinan bagian klinik Asma Inggris, lembaga pencegahan penyakit asma di Inggris, Andy Whittamore, mengatakan, bepergian ke luar ruang bisa mengancam nyawa pasien asma.

” Dengan membungkus leher hingga hidung bagian atas dengan syal, itu menghangatkan udara sebelum dihirup, hingga mengurangi risiko asma, ” katanya, Senin ( 4/12 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.