Sejumlah ikan salmon terlihat berenang di dalam salah satu kolam pintu air di Ballard Locks, Seattle, AS, Kamis ( 14/9 ). Para ilmuwan menemukan, ikan-ikan salmon ini masih terkena dampak The Blob, massa air laut hangat di Samudra Pasifik. Fenomena massa air laut hangat yang ditemukan sejak 2013 itu diyakini sudah berakhir akhir 2016, tetapi efeknya masih ditemukan pada populasi ikan salmon dan trout steelhead.

Dalam foto ini yang diambil Kamis, 14 September 2017, salmon berenang membentuk lingkaran tepat di bawah permukaan air.  Mereka berenang mengikuti kapal yang bergerak dari kawasan air asin Shilshole ke air tawar Salmon Bay di Ballard Locks di Seattle. (AP Photo / Elaine Thompson)

The Blob memicu penurunan nutrisi dalam air laut. Hal itu menyebabkan ikan-ikan tersebut, terutama yang masih muda tak bisa bertahan hidup di laut. Massa air hangat yang dikenal sebagai ‘gumpalan’ yang memanaskan di Samudera Pasifik Utara telah hilang.

Namun para ilmuwan masih melihat efek suhu permukaan laut yang luar biasa hangat terhadap ikan salmon di bagian barat laut. Survei penelitian di musim panas ini muncul, di antara jumlah terendah salmon remaja yang tersangkut di jala peneliti dalam 20 tahun, menunjukkan bahwa banyak ikan tidak bertahan dalam bulan pertama mereka di laut.

Sumber : Kilas Iptek / Foto AP : Elaine Thompson.