Jengkel karena harus selalu menyerahkan uang kepada istrinya, saat baru gajian, seorang pria di China mengaku dirampok. Laporan palsu diberikannya kepada polisi di pos Beigan, Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Namun, polisi tidak mau percaya begitu saja ketika pria yang tak disebut namanya ini mengaku dirampok saat mengendarai sepeda listrik pulang ke rumahnya dari tempat dia bekerja.

” Ia dapat menjawab setiap pertanyaan dari kami dengan tenang. Dia tidak terlihat panik sama sekali, ” kata detektif Chen Xi. Polisi kemudian memeriksa rekaman video lalu lintas di area yang diklaimnya sebagai tempat dia mengalami perampokan.

Berdasarkan rekaman video, pria ini memang mengendarai sepeda listrik, tetapi tidak terjadi perampokan. Setelah terus-menerus ditanyai petugas kepolisian, laki-laki tersebut akhirnya mengakui dirinya berbohong. ” Ia menyatakan, istrinya selalu meminta uang saat dirinya gajian, ” kata Chen.

Pria yang mengaku uang gajinya telah dirampok sedang diperiksa di pos polisi Beigan, Hangzhou, China. Ia membuat laporan palsu kepada polisi, karena jengkel setiap kali gajian, selalu ditagih istrinya. Ia kesal tidak bisa bersenang-senang menghabisakan uang gajinya. Foto : Rekaman kamera lalu lintas saat pria itu sedang mengendarai sepeda listrik.

” Kadang-kadang kepada istrinya, ia mengaku uangnya hilang atau sudah dihabiskan. Namun, ia tidak bisa terus-menerus memakai alasan yang sama. Karena itu, pria tersebut memutuskan membuat laporan palsu kepada polisi, ” uangkap Chen, sebagaimana dikutip media globaltimes.cn, Senin ( 11/9 ) silam.

Pria ini akhirnya dikenai hukuman kurungan badan selama 10 hari. Selain itu, ia juga harus membayar denda sebesar 500 yuan atau sekitar Rp 1 juta karena membuat laporan palsu kepada pihak berwenang. Kasihan pria ini. Mau untung, malah buntung.

ATO.