Asupan garam berjumlah banyak meningkatkan risiko gagal jantung dua kali lipat. Demikian hasil studi selama 12 tahun pada lebih dari 4.000 orang. ” Asupan garam tinggi (sodium chloride ) jadi penyebab utama tekanan darah tinggi dan faktor risiko independen penyakit jantung koroner dan stroke, ” kata Pekka Jousilahti, profesor riset pada Institut Nasional Kesehatan dan Kesejahteraan, Helsinki, Finlandia, Minggu (27/8).

Studi itu memakai ekstasi sodium 24 jam, standar emas memperkirakan asupan garam level individu. Ini ialah studi lanjutan terhadap 630 responden usia 25-64 tahun pada 1979-2002 di Finlandia.

Dokter mengatakan, makan makanan terlalu asin yang berlebihan, akan berisiko besar menderita gagal jantung di kemudian hari. Kalau Anda suka sekali makan keripik, pretzel, tahu asin, dan kacang-kacangan yang serba asin sebaiknya kurangi. Studi menyebutkan, orang yang suka mengonsumsi makanan serba asin dua kali lipat menderita gagal jantung. “Asupan garam tinggi mengandung sodium klorida merupakan salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Faktor risikonya penyakit jantung koroner dan stroke,” kata Pekka Jousilahti dari Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional, Helsinki, Finlandia.

Pengumpulan data dasar mencakup kuesioner perilaku, berat dan tinggi badan, serta tekanan darah melalui pemeriksaan sampel darah di laboratorium dan sampel urine. Mereka yang mengonsumsi lebih darin13,7 gram garam per hari berisiko gagal jantung dua kali lipat dibandingkan yang mengonsumsi 6,8 gram garam per hari.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / EVY.