Dunia menghadapi ancaman baru. Jumlah penyerbuan pada malam hari turun hingga 62 persen akibat penerangan buatan yang berdampak terhadap penurunan produksi buah. Terang sinar lampu mengalihkan perhatian serangga malam dari tugas utama melakukan penyerbukan . Laporan penelitian tersebut dimuat jurnal Nature, edisi 2 Agustus 2017, seperti dikutip www bbc com, Rabu (2/8).

Ketua tim peneliti Eva Knop dari University of BernSwiss, mengatakan, ” Studi kami menunjukkan tanaman lazim memiliki penyerbu siang dan penyerbu malam. Serangga tertarik bau tanaman atau dari penglihatan yang sensitif.” ujarnya.

Penyiapan uji yang digunakan untuk menyelidiki dampak cahaya buatan pada penyerbukan nokturnal. Penyerbukan nokturnal menyebabkan berkurangnya jumlah buah yang dihasilkan oleh tanaman. Hilangnya penyerbukan malam hari ini tidak dapat dikompensasikan dengan penyerbuk diurnal. Dampak negatif dari cahaya buatan pada malam hari pada penyerbuk nokturnal bahkan bisa menyebar lebih jauh ke komunitas diurnal.

Hasil penelitian menunjukkan menurunnya penyerbuan secara global. Peningkatan penerangan artifisial meningkat 6 persen per tahun.

Faktor ini menambah deretan faktor penyebab turunnya penyerbuan karena jumlah serangga berkurang akibat akibat habitat berkurang atau rusak, penggunaan pestisida yang mematikan, serta datangnya spesies invasif, dan karena perubahan iklim. Penyerbu terbanyak adalah ngengat, kumbang, dan serangga kecil.

Sumber : Kilas Iptek / bbc com / ISW.