Sepertiga kasus demensia bisa dicegah dengan menjaga kesehatan otak melalui gaya hidup sehat. Sementara 65 persen pemicu demensia berada di luar kendali seseorang. Gaya hidup sehat akan membentuk cadangan kognitif, yaitu penguatan jaringan otak sehingga jaringan tetap berfungsi meski rusk.

Gill Livingston dari Universitas College London, Inggris, menyebut sembilan faktor risiko pemicu demensia yang bisa dicegah, yakni gangguan pendengaran saat muda, tidak lulus pendidikan menengah, merokok, tak mendapat pertolongan awal saat depresi, kurang gerak, kurang bersosialisasi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Profesor Gill Livingston dan timnya di Divisi Psikiatri UCL menganjurkan cegah demensia di saat tua nanti, salah satunya, menghindarkan diri dari tekanan darah tinggi. Karena itu, melakukan gaya hidup sehat sejak muda sangat diperlukan. Olahraga teratur, terukur, dan tentu saja sosialisasi bersama kerabat, juga lingkungan sosial di sekitarnya. 

” Meski demensia terdeteksi saat tua, perubahan otak sudah berlangsung jauh sebelumnya, ” katanya seperti dikutip BBC, Kamis ( 20/7 ). Jadi, gaya hidup sehat sejak muda dan pendidikan sepanjang hayat penting untuk memperbaiki kualitas kehidupan.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan