Biasanya gaun pengantin dibuat dengan menggunakan kain, tetapi tidak demikian di New York, Amerika Serikat. Di sana, digelar sebuah kompetisi gaun pengantin yang dibuat dari kertas toilet. Gaun pengantin yang terbuat dari kertas toilet, dihias 1.500 hiasan kupu-kupu hasil guntingan tangan karya ibu dari dua orang anak, Kari Curletto, memenangi kompetisi tersebut. Karya Curletto mendapat ganjaran hadiah 10.000 dollar AS ataau Rp 135 juta.

Curletto mengaku menghabiskan waktu selama tiga bulan agar dapat menyelesaikan gaun pengantin unik yang diberi nama Quilted Enchantment.Gaun pengantin itu merupakan karya pertamanya dalam kompetisi yang dimeriahkan oleh 1.517, Kamis pekan lalu. Kompetisi gaun pengantin dari kertas toilet telah berlangsung selama 13 tahun disponsori perusahaan penyelenggara pesta pernikahan Cheap Chic Weddings dan perusahaan kertas toilet Quilted Northern.

” Saya merasa seperti bermimpi sekarang, ” kata Curletto dalam wawancara setelah karyanya dinyatakan memenangi kompetisi. ” Ketika setengah jalan, saya merasa ingin berhenti. Saya menangis dan berpikir, saya tidak akan bisa menyelesaikannya, ” ungkap Curletto, aktris yang tinggal di Las Vegas.

Kari Curletto dari Las Vegas memenangkan Lomba Gaun Pernikahan dari Kertas Toilet dengan  Hadiah Utama $ 10.000 atau Rp 135 juta.

Kari Curletto mengatakan kepada wartawan, bahwa ia menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk menyelesaikan gaun unik ciptaannya yang diberi label “Quilted Enchantment”.

Ia mengerjakan gaun pengantin kertas toilet pada malam hari setelah anak-anaknya tidur. Ripley’s Beileve It or Not! akan menyumbangkan sekitar 20 gaun terbaik untuk pengantin perempuan yang rencana pernikahan mereka hancur akibat kebangkrutan penjahit gaun perkawinan Alfred Angelo, pekan lalu. Namun, Ripley’s Believe It or Not! belum memilih gaun mana yang akan disumbangkan.

Penata bunga, Roy Cruz dari Chesapeake, Virginia, AS, memenangi kompetisi pada 2015 dan 2016. Karyanya yang diikutkan dalam kompetisi tahun ini adalah gaun dua potong bermotif bunga dihiasi potongan kepingan salju. Karya Cruz terpilih sebagai karya favorit.

Reuters / LOK.

Iklan