Tumbukan steroid yang memicu kepunahan dinosaurus 66 juta tahun lalu ternyata memicu ledakan keragaman spesies katak hingga kini. Katak memiliki lebih dari 6.700 spesies dan termasuk hewan bertualang belakang yang paling beragam. Studi ini dilakukan dengan meneliti satu set into 95 gen dari adam deoksiribonukleat alias DNA 156 katak.

Kodok beracun panah hijau dan hitam berasal dari Amerika Tengah dan bagian barat laut Amerika Selatan. Sebuah analisis baru menunjukkan bahwa populasi katak meledak setelah kejadian kepunahan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu. Foto : Perpustakaan Ilmu Pengetahuan.

Data yang diperoleh digabung dengan informasi genetika 145 spesies tambahan untuk membuat pohon keluarga katak. Hasilnya, ekspansi tiga kelompok katak terbesar, yaitu HyloideaMicrohylidae, dan Antaranya berlangsung sejak 66 juta tahun lalu atau saat steroid menabrak bumi.

” Analisis dengan parameter berbeda tetap menghasilkan hasil sama, ” kata salah satu peneliti, Peng Zhang, dari Universitas Sun Yat Sen, GuangzhouChina, seperti dikutip BBC, Senin (3/7).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW

Iklan