Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengingatkan, penyebaran penyakit gonore atau kencing nanah meningkat akibat kian maraknya seks oral dan menurunnya kesadaran penggunaan kondom. Setiap tahun, 78 juta orang didunia menderita infeksi menular seksual ( IMS ) yang bisa memicu kemandulan. Persoalannya, gonore makin sulit diobati karena IMS itu mengembangkan resistensi terhadap antibiotik dengan amat cepat.

Repotnya lagi, mayoritas kasus gonore ada di negara-negara miskin yang sulit mendeteksi terjadinya resistensi. Dalam 15 tahun terakhir, terapi gonore berubah tiga kali.

Getty Images Image caption,  Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperingatkan jika sudah terjangkit gonore, maka kini akan lebih sulit untuk diobati dan dalam beberapa kasus mustahil disembuhkan.

” Gonore adalah penyakit yang sangat cerdas. Setiap kali dokter mengenalkan antibiotik kelas baru untuk mengobati gonore, penyakit ini menjadi resisten. Bila Anda menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi. Antibiotik akan bercampur dengan bakteri Neisseria di tenggorokan. Kondisi ini justru membuat antibiotik menjadi resistensi,” papar dr Wi.

Bahkan, miturut Teodora Wi dari WHO, Jumat ( 7/7 ), ada tiga kasus gonore, yakni di Jepang, Perancis, dan Spanyol, yang tak bisa diobati. Gonore bisa menginfeksi alat kelamin, rektum (bagian akhir usus besar sebelum anus), dan tenggorokan.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan