Setelah penggalian sekitar dua tahuh, tim arkeolog menemukan 676 tengkorak bangsa Aztex. Selama 500 tahun tumpukan tengkorak yang tertanam di bawah candi utama Aztec, Templo Mayor, di Tenochtitlan, kini menjadi Mexico City, aman dari gangguan. Arkeolog Lorena Vazquez, dari National Institute of Anthropology and History ( INAH ), seperti dikutip BBC.com, Kamis ( 30/6 ) mengatakan, timnya menemukan bukan hanya tengkorak laki-laki, melainkan juga perempuan, dan anak-anak.

Lorena Vazquez, arkeolog dari Institut Atropologi dan Sejarah Nasional (INAH), bekerja di dekat Templo Mayor, di mana terdapat menara tengkorak manusia dan ribuan fragmen ditemukan. (REUTERS/HENRY ROMERO)

Diyakini tengkorak yang terpendam dalam tanah milik prajurit perang. Lorena Vazquez dan tim arkeolog terus menggali dan akhir penggalian menemukan 676 tengkorak.

Struktur melingkar yang dibentuk oleh tengkorak manusia bersatu dengan mortar kapur, pasir dan kerikil tezontle. Foto: Héctor Montaño, INAH

Menara tengkorak manusia digali di pusat bersejarah Mexico City. Sesuai dengan tahap konstruksi dari Templo Mayor (1486-1502), sesaat sebelum kedatangan Spanyol, ke negeri itu. Foto: PAU-INAH

Sebelum itu diyakini, tumpukan tengkorak adalah tengkorak para prajurit perang. Tumpukan tengkorak yang dasarnya belum dicapai, ini adalah bagian dari Huey Tzompantli, suatu sudut kapel Huitzilopochtli, dewa matahari, perang, dan korban manusia bangsa Aztec.

Sumber : Kilas Iptek / http://www.bbc.com / ISW.