Sekitar 2 miliar orang,  seperlima populasi dunia, pada tahun 2100, diperkirakan jadi pengungsi perubahan iklim akibat naiknya permukaan air laut. Mereka yang tinggal di garis pantai akan menghadapi pemindahan dan kemandekan permukiman kembali saat mencari tempat layak huni di pedalaman. Demikian penelitian dari Cornell university di New York, AS, seperti dikutip sciencedaily.com, Senin (26/6).

Penelitian oleh Cornell University telah menghasilkan prediksi yang mengerikan, yang dapat melihat dua miliar orang mengungsi pada tahun 2100.
Mereka yang tinggal di garis pantai atau pulau,  paling berisiko terkena kenaikan permukaan air laut, yang mengancam lalu menenggelamkan petak tanah yang luas. Penulis utama Charles Geisler, profesor emeritus sosiologi pembangunan di Cornell, mengatakan bahwa orang-orang terdampak bencana akan menjadi pengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

Profesor Emeritus Sosiologi Pembangunan di Universitas Cornell, Charles Geisler mengatakan, kenaikan muka air laut global di masa mendatang mungkin tidak lagi bertahap. Selain itu daerah pesisir di banyak negara menghadapi gelombang badai yang mendorong air laut ke daratan lebih jauh lagi.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / JUM.