Di sejumlah negara, teknologi drone atau pesawat nirawak dimanfaatkan untuk memburu dan membunuh teroris. Tidak demikian halnya di Jiangcheng, Yuan, China. Pesawat nirawak dipakai untuk memburu bayi gajah yang sedang sakit. Miturut pejabat Pemerintah Provinsi Yunan, sebagaimana dilaporkan globaltimes.cn, Minggu ( 26/3 ), bayi gajah itu merupakan 1 dari 13 gajah yang terlihat oleh warga lokal pada 14 Maret lalu melintasi hutan Jiangcheng.

Bayi gajah jalan sempoyongan karena sedang sakit terus dipantau keberadaannya dengan menggunakan pesawat nirawak. Upaya penyelamatan diperlukan segera agar bayi gajah segera bisa mendapatkan pertolongan dokter hewan di Jiangcheng, Yuan, China.

Pemerintah kota Jiangcheng lantas membentuk gugus tugas untuk mendapatkan bayi gajah itu agar bisa dirawat dengan baik hingga sembuh. Gajah-gajah dewasa dinilai menyulitkan tim penyelamat untuk mendapatkan bayi gajah itu sehingga mereka mengirim pesawat nirawak untuk mengikuti kawanan gajah serta memantau situasi.

Gambar yang dikirimkan pesawat nirawak menunjukkan ada bayi gajah yang kaki kiri depannya luka. Tim lantas berupaya memancing gajah dewasa dengan buah-buahan agar bayi gajah itu tidak lagi berada di tengah kawanan. Hingga berita ini ditulis, upaya peyelamatan masih berlangsung.

ATO.

Iklan