Pernikahan ternyata meningkatkan peluang bertahan hidup bagi orang dengan faktor risiko utama penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi. Pasangan penuh kasih memacu seseorang menjaga diri. Itu hasil studi pada hampir 1 juta orang dewasa di Inggris.

Mereka mengidap hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes. Hasilnya, mereka yang menikah bernasib lebih baik dibandingkan dengan yang lajang. Dr Paul Carter dan rekannya di Aston Medical School, yang terlibat studi itu, menunjukkan, pernikahan terkait peluang bertahan hidup lebih baik saat kena serangan jangtung.

Suatu penelitian terbesar yang berbasis di Aston Medical School, Birmingham memantau kelangsungan hidup lebih dari satu orang yang memiliki tiga faktor utama resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes tipe2 antara tahun 2000 dan 2013 yang dikaitkan dengan kondisi pernikahan suami istri. Selain untuk ibadah dalam ajaran agama, ada alasan lain untuk seseorang menikah. Bagi Anda yang masih lajang tidak perlu merasa putus asa. Walaupun tingkat kelangsungan hidup orang yang sudah menikah lebih baik, orang yang belum menikah juga bisa mendapatkan keuntungan karena memiliki hubungan dekat dengan keluarga dan teman.

Riset itu dipaparkan pada Konferensi Perhimpunan Kardiovaskular Inggris. Pernikahan diduga menekan faktor risiko utama penyakit jantung. Studi itu melihat kematian dari semua penyebab.

Di antara laki-laki dan perempuan, berusia 50-an, 60-an, 70-an tahun, dengan kolesterol tinggi, 16 persennya berpeluang bertahan hidup di 14 tahun terakhir studi ACALM jika mereka menikah. Hal serupa terjadi pada pengidap diabetes dan hipertensi. ” Menikah punya efek melindungi. Efek positif pernikahan perlu ditiru lewat interaksi sosial, ” kata Carter, Rabu ( 7/6 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.

Iklan