Beberapa ilmuwan dari Queen Mary University dan Goldsmiths University, keduanya di London, Inggris, menemukan, penggunaan arus listrik untuk menekan area tertentu di otak membantu manusia dari kebuntuan kreativitas. Hasil riset dimuat di jurnal Scientific, Report. Area otak left dorsolateral prefrontal cortex ( DLPFC ) yang berperan dalam proses kognitir otomatis dalam memecahkan masalah dengan menerapkan cara berpikir yang diketahui.

Peneliti utama Dr Caroline Di Bernardi Luft menggunakan garam sebagai elektroda yang ditempelkan pada kulit kepala peserta penelitian. Penelitian yang dipublikasikan hari ini di jurnal Scientific Reports, melibatkan 60 peserta dalam memecahkan masalah kreatif yang dikenal sebagai masalah batang korek api, sebelum dan sesudah mengalami tDCS. Peserta dibuat rileks tak memikirkan hal serius suatu masalah.

Jika seseorang memakai cara baru berpikir, fungsi otomatis itu tak berfungsi. Sebab, otak kita mengotak-ngotakkan soal baru itu dalam skenario cara lama. Caroline Di Bernad Luft, peneliti yang terlibat riset itu, Kamis ( 8/6 ) mengatakan, untuk menghilangkan mental block, kita harus membuat pikiran rileks, berhenti memfokuskan pikiran pada hal yang telah diketahui.

Sumber : Kilas Iptek / Psychologytoday / ISW

Iklan