Semua orang punya lemak perut, tetapi hampir semua orang membencinya. Nyatanya, lembaran lemak besar dinamai omentum itu bisa mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Selain sel lemak, omentum punya sel kekebalan tubuh yang menggumpal disebut bintik susu, berfungsi menyaring cairan serta mengumpulkan informasi yang terjadi di perut.

Omentum merupakan organ yang sangat mudah menyerap lemak berlebih di dalam tubuh. Selain lemak, omentum juga menerima dan menyimpan kortisol (hormon stres). Apabila omentum terlalu besar, maka perut Anda akan makin buncit dan juga berisiko terkena penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, ataupun penyumbatan pembuluh darah yang nantinya dapat mengganggu kinerja jantung. Semakin besar omentum maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk terserang penyakit-penyakit berbahaya tersebut. Oleh karena itu, banyak pakar kesehatan mengatakan jika lemak yang ada di perut tak hanya menganggu estetika atau mengurangi keindahan tubuh Anda, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan.

” Bintik susu itu mengumpulkan sel, antigen, dan bakteri sebelum memutuskan apa yang dilakukan sistem kekebalan tubuh, ” kata Troy Randail, ahli imunologi Universitas Alabama, Birmingham, Amerika Serikat, Rabu ( 7/6 ). Omentum membantu mengurangi radang selapus tipis pelapis rongga perut dan menyembuhkan luka bedah. Namun, omentum bisa merugikan tubuh, khususnya saat berinteraksi dengan sel kanker.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.