Konsumsi telur setiap hari membantu anak-anak kurang gizi tumbuh dengan tinggi badan sehat. Demikian hasil studi di Ekuador. Telur yang direbus atau digoreng mendorong bayi untuk makan. Miturut peneliti, di jurnal Pediatrics, itu cara murah mencegah stunting atau disebut tubuh pendek. Satu sampai dua tahun pertama kehidupan ialah periode emas perkembangan anak.

Kurang gizi memicu stunting. Lora Iannoti dan rekan-rekannya membuat percobaan lapangan di dataran tinggi pedesaan Ekuador dan memberikan telur kepada anak-anak usia 6-9 bulan untuk dimakan. Separuh dari 160 anak yang ikut uji coba acak diberi telur per hari selama 6 bulan, dan yang lain jadi pembanding.

Telur merupakan salah satu jenis makanan yang populer dan sudah dikonsumsi sejak ratusan tahun oleh manusia. Selain mudah diperoleh, telur juga memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir beberapa studi ilmiah menyatakan bahwa telur memiliki kadar kolesterol yang tinggi, namun telur tetap menjadi pilihan utama makanan yang baik bagi kesehatan. Sumber : Hello sehat. com

Hasilnya, prevalensi stunting pada kelompok yang mendapat telur 47 persen lebih rendah dibanding kelompok nontelur. ” Ini efektif dan mudah diakses populasi rentan kurang gizi, ” kata Iannotti, peneliti utama, Rabu ( 7/6 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.

Iklan