Dua dari tiga bayi macan tutul salju yang lahir 32 hari lalu berjalan hati-hati melintasi rerumputan dalam penampilan resmi pertama mereka di The Wildpark Luneburger Heide, Nindorf-Hansteads, Jerman bagian utara, Kamis ( 8/6 ). Miturut WikiPedia Ensiklopedia Bebas, Macan tutul salju setelah dewasa menjadi hewan penyendiri.

Jantan dan betina berburu mangsa berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Macan Tutul Salju betina biasanya mempunyai dua sampai tiga anak, yang tinggal bersama induknya sampai macan tutul muda berumur setidaknya satu tahun.

World Wildlife Fund ( WWF ) menyebutkan bahwa macan tutul salju jumlahnya diperkirakan mencapai 6.000 ekor yang tersebar di 12 negara tahun 2012. Namun jumlahnya terus berkurang karena diburu demi bulunya yang dijadikan bahan baku industri mode. Pemanasan global juga ikut memengaruhi habitat mereka tinggal. Macan tutul salju adalah hewan yang indah dan memiliki daya jelajah luas.

Walaupun dilindungi di hampir semua negara tempat spesies ini berada, Macan Tutul Salju masih diburu secara liar karena memangsa hewan ternak dan terutama untuk diambil bulunya. Macan Tutul Salju dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan di dalam CITES.

Daerah sebaran spesies ini adalah di pegunungan salju Asia Tengah, dari Afganistan sampai Tibet bagian timur. Mangsa utamanya terdiri dari kambing gunung, kelinci, dan binatang-binatang lain yang terdapat di sekitar habitat macan tutul salju.

Sumber : Kilas Iptek.

Iklan