Jumlah anak yang meninggal dunia akibat diare turun sepertiga tahun 2005-2015. Studi The Lancet menyatakan, akses lebih baik pada air bersih dan sanitasi jadi kunci, dengan lebih sedikit anak yang mengalami malnutrisi terinfeksi. Vaksin baru juga berdampak positif.

Namun, diare menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi secara global, hampir 500.000 anak meninggal tiap tahun sebelum berusia lima tahun. Diare juga memperburuk penyakit lain seperti pneumonia dan campak. Sejumlah periset Amerika Serikat yang menganalisis data dari studi baru Beban Global Penyakit menemukan, lebih dari sepertiga ( 42 persen ) kematian terjadi di Nigeria dan India.

Penyakit diare tidak bisa dianggap sepele, karena jika berlangsung terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan berbahaya bagi organ-organ tubuh. Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Penyebab diare, Infeksi oleh bakteri dan serangan parasit (vibrio cholera, salmonella, giardiasis) dan serangan virus (rotavirus).

Diare seperti rotavirus dan kolera menyebar lewat pencemaran air dengan feses. Padahal, itu bisa dicegah dan diatasi. ” Meski angka kematian turun, dampak diare tak bisa diabaikan, ” kata penulis utama studi, Dr Ali Mokdad, dari the Institute for Health Metrics and Evaluation di the University of Washington, Jumat ( 2/6 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.

Iklan