Ada sekolah telanjang di Tokyo, Jepang. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, sekolah ini tak ada hubungannya dengan pesta seks dan sejenisnya. Sekolah ini justru mulia karena bertujuan menyelamatkan sebuah tradisi kuno di Jepang, yakni berendam bersama di tempat pemandian air hangat, sambil membicarakan berbagai topik.

Pada akhir tahun 1960-an, masih ada 2.600 tempat berendam tradisional di Tokyo. Kini, jumlah itu terus berkurang. Pemandian umum bernama Hinodeyu, dekat Distrik Asakusa di Tokyo, pada masa kejayaannya dulu dikunjungi hingga 500 pria setiap hari untuk berendam bersama.

Sambil berendam peserta mandi bersama membicarakan masalah politik yang sedang hangat di Jepang.

Pada hari Senin, tanggal 27 Maret, “sekolah telanjang” yang bertujuan untuk aktivasi kembali ke tradisional ala mandi berendam bersama, dalam proyek masyarakat setempat dimulai di HINODEYU di Motoasakusa, Taito-ku. Peserta mandi bersama adalah kaum pria Jepang mulai dari usia remaja, tua, bahkan manula, tengah mendengarkan keterangan instruktur, soal pentingnya melestarikan tradisi kuno Jepang, Hinodeyu yang hampir punah.

Sekarang, jumlahnya berkurang tinggal seperlimanya setiap hari. Manajer tempat pemandian Hinodeyu, Yuichi Tamura mengatakan, banyak orang muda tak pernah melakoni mandi bersama-sama karena hampir semua rumah sekarang mempunyai kamar mandi sendiri. Untuk memikat lebih banyak orang muda datang ke Hinodeyu, pengelola tempat pemandian itu menggelar semacam sekolah yang memberi penjelasan tentang berbagai macam topik mulai dari komedi hingga game komputer.

Saat sekolah berlangsung, orang-orang berendam sambil mendengarkan penjelasan mengenai topik tertentu. Sekolah ini disebut Sekolah Telanjang, karena, jelas, hanya bisa dilakoni oleh para muridnya dengan telanjang.

Reuters / ATO.

Iklan