Ada-ada saja cara orang membuat iklan untuk menarik pelanggan agar sudi membeli produk-produk mereka. Terkadang pembuat iklan terkesan tidak menghiraukan apakah ada pihak lain yang tersinggung atau keberatan dengan iklan kreasi mereka. Kali ini, ada kasus iklan yang tidak bisa dibilang sembarangan karena melibatkan sosok Raja Belgia Philippe.

Keluarga Kerajaan Belgia mempersoalkan iklan Burger King yang dinilai tidak menghormati Raja Philippe. Laman UPI melaporkan, perusahaan makanan cepat saji yang berbasis di Amerika Serikat tersebut berencana membuka restoran pertamanya di Belgia pada bulan mendatang. Untuk itu, mereka akan disodori dua pilihan.

Iklan ini tidak etis dipasang di media luar ruang hanya untuk mendongkrak pelanggan restoran cepat saji lebih banyak lagi. Pasalnya, iklan dikaitkan dengan sosok Raja Belgia Philippe. Iklan ini dinilai tidak menghormati Raja Philippe. Ilustrasi : Didie SW.

Raja Belgia Philippe atau maskot Burger King. Jika pelanggan memilih Raja Philippe, iklan di laman tersebut akan memunculkan pertanyaan, “Apakah Anda yakin? Beliau tidak akan memasak kentang Anda? Ketika pelanggan memilih Raja Philippe lagi, iklan itu akan menyatakan, ” Tidak “.

Juru bicara keluarga Kerajaan Belgia, Pierre Emmanuel de Bauw, kepada BBC mengatakan, pihak kerajaan tidak memberikan izin terkait foto yang digunakan untuk mencari keuntungan, seperti kasus pemasaran Burger King. ” Kami tidak menyetujui iklan tersebut. Jika digunakan untuk tujuan komersial, kami tidak mengizinkan, ” kata De Bauw.

Laman Burger King memang tidak memasang foto Raja Philippe, tetapi hanya memasang kartun yang menyerupai Raja Philippe berikut nama Raja Philippe. Juru bicara Burger King mengatakan, hingga kini mereka belum menerima surat apa pun dari keluarga Kerajaan Belgia terkait iklan ini.

LOK.

Iklan