Penyebaran kanker atau metastasis cepat menyumbang 90 persen kematian akibat kanker. Sebab, tumor di satu tempat bisa jadi benih tumor di area lain. Sel kanker juga cepat bermutasi sehingga menyulitkan penanganan.

Untuk itu, tim peneliti dari Institut Sanger, Cambridge, Inggris, meneliti asam dioksiribonukleat ( DNA ) pemicu penyebaran kanker. Hasilnya, 23 bagian DNA atau gen membuat kanker lebih mudah atau lebih susah menyebar. Banyak di antara gen itu terlihat mengendalikan sistem kekebalan tubuh.

CT scan menunjukkan tumor yang mengandung sel-sel kanker di paru-paru kiri.

Gen Spns2 menekan penyebaran tumor di paru-paru sampai 75 persen. ” Gen itu mengatur keseimbangan sel pembunuh sel tumor yang mematikan sel kekebalan tubuh, ” kata peneliti, David Adams, Kamis ( 12/1 ). Ini jadi harapan baru terapi kanker dengan memakai kekebalan tubuh.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan