Jim Leary ( 46 ) pengantar piza di Piza Dom, Delaware, Amerika Serikat, mendapat perintah untuk segera mengantarkan piza ke alamat yang tidak lazim, gerbong kereta Amtrak jurusan New York-Washington yang sedang berhenti di tengah jalan akibat kerusakan teknis. Penumpang pemesan piza itu, Mitchell Katz, mengunggah rekaman video yang menunjukkan Leary Katz sedang berjalan menuju kereta, Minggu ( 15/5 ).

Waktu itu, saat kereta tak kunjung berangkat, para penumpang resah dan sangat gelisah karena tidak bisa mencari makanan dan minuman selama menunggu kereta diperbaiki atau diganti. Katz menceritakan, ketika itulah sebagaian penumpang memiliki ide untuk memesan piza. Supaya pesanan piza segera sampai, Leary mengatakan berjalan kaki melewati jalan-jalan pintas di halaman belakang rumah orang, menuruni tanggul yang curam, dan melompati parit yang penuh air.

Foto Pengantar pizza yang diambil Mitch Katz, tampak  Jim Leary mendekati gerbong kereta Amtrak Northeast Regional yang mogok di jalur 161 Delaware pada 14 Mei 2017. Untuk sampai gerbong kereta, Jim Leary harus melawati turunan curam melintasi selokan di pinggir rel kereta api.

Begitu piza yang dipesan datang ke dalam gerbong kereta, Jim Leary langsung disambut tepuk tangan para penumpang yang kelaparan. Ilustrasi : Handining.

Semua itu dilakukannya sambil menjaga keseimbangan badan karena ia membawa dua kotak piza. Sesampainya di gerbong kereta, Leary langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penumpang. Saking senangnya, dari penumpang Leary mendapatkan uang tip sebanyak 32 dollar AS.

Pemilik Piza Dom, Dominic Philingera, mengatakan, selama 17 tahun sebagai pengantar piza, baru kali ini Leary mendapat perintah mengantar piza ke alamat yang tak lazim. Selama ini, Leary sudah mengantar piza ke 32 daerah di 18 negara bagian. ” Tetapi akan tetap saya antarkan, apa pun kondisinya, ” kata Leary.

Pihak Amtrak meminta maaf kepada penumpang atas kerusakan gerbong kereta. Namun, mereka mengingatkan risiko bahaya mendekati kereta yang sedang berhenti di atas rel.

Semua penumpang miturut Katz, kemudian diberangkatkan dengan kereta pengganti ke Washington. Mereka tiba di tempat tujuan tiga jam lebih lambat dari jadwal.

AP / LUK.

Iklan