Meski tanpa otak, Physarum polycephalum, mikroorganisme sejenis amuba kelompok Amoebazoa, bisa belajar dan mengajar. Meski tanpa sel-sel saraf, organisme berlendir mampu beradaptasi dengan stimulus hingga bergabung dengan yang lain membentuk gumpalan besar. Penelitian David Vogel dan Audrey Dussutour dari Universitas Toulouse, Perancis, proses pembelajaran makhluk hidup terjadi sejak sebelum sistem saraf berevolusi.

P polycephalum ini bisa menjadi sel independen atau bergabung dengan sesamanya membentuk gumpalan besar hingga beberapa ratus sentimeter. Namun, saat jadi gumpalan besar itu, ia tetap berlaku sebagai organisme sel tunggal dengan beberapa inti. Di alam liar, organisme ini bisa di daun busuk atau bawah batang kayu lembab.

Cetakan lendir diperbesar jenis amuba, atau Physarum polycephalum, bisa belajar memadukan spesiesnya sendiri. Foto: Audrey Dussutour / CNRS

Sistem memori atau penyimpanan informasi organisme itu sangat primitif, tetapi bisa menemukan rute tercepat bergabung dengan lainnya. Bahkan, mampu merayap sekitar 4 sentimeter dalam satu jam, seperti dikutip Live Science, Rabu ( 4/1 ).

Sumber : Kilas Iptek / MZW.

Iklan