Sistem antarmuka otak-komputer yang dikembangkan Wyss Center, Swiss, mampu membaca pikiran pasien yang kehilangan kontrol tubuhnya hingga bisa berkomunikasi. Sistem itu membaca pikiran pasien berdasar pertanyaan tertutup dengan jawaban ya atau tidak dan diujikan kepada 4 pasien sklerosis lateral amiotrofik ( amyotrophic lateral sclerosis / ALS ) di Jerman.

Penyakit itu membuat otak tak bisa mengendalikan otot tubuh. Itu menyebabkan pasien seperti terjebak dalam tubuhnya, bisa berpikir tetapi tak dapat bicara atau bergerak. Sistem itu mendeteksi perubahan warna darah akibat aktivitas sel otak dengan teknik spektroskopi inframerah dekat.

Pasien ALS ikut ambil bagian dalam percobaan fNIRS, Citra NeuroscienceNews.com. Foto by Wyss Center / BBC.

Perubahan warna darah itu jadi indikasi jawaban ya atau tidak,  dengan akurasi 75 persen. ” Temuan ini meningkatkan mutu hidup pasien, ” kata Ujwal Chaudhary dari Wyss Center, Rabu ( 1/2 )

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan