Sejumlah peneliti mengklaim menemukan kaitan polusi udara dan sakit jantung. Partikel amat kecil berpotensi merusak sistem proteksi paru-paru dan mengendap di tubuh. Para peneliti dari Universitas Edinburgh, Skotlandia, dan universitas di Belanda menduga partikel masuk aliran darah dan memicu sakit jantung.

Baru-baru ini sebuah penelitian menambahkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko dari serangan jantung. Sebelumnya telah dilakukan studi yang mengaitkan antara polusi udara dengan risiko stroke akibat efek partikel halus, yang didefinisikan sebagai partikel udara yang lebih kecil dari 2,5 mikrogram. Sedangkan studi ini juga memperhitungkan efek dari ozon, yang sebagian besar dari emisi karbon dan lebih sulit dikendalikan.

Itu berdasarkan kajian masuknya partikel mungil emas ke tubuh 14 partisipan. Mereka menghirup udara di ruangan yang mengandung partikel mungil emas selama dua jam. Partikel lalu masuk aliran darah partisipan, mengendap di tubuh selama tiga bulan setelah uji coba.

Akumulasi partikel polutan ke tubuh memicu sakit jantung dan stroke. ” Temuan ini membuat kita harus fokus mereduksi gas emisi, ” kata Nicholas Mills, penulis laporan itu di jurnal ACS Nano, Rabu ( 26/4 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / VDL.

Iklan