Studi pada 446.763 pengguna obat pereda nyeri dan radang nonsteroid ( non-steroidal anti-inflammatory drugs / NSAID ) dosis tinggi ( lebih dari 1.200 miligram per hari ) sesuai resep dokter di Kanada, Finlandia, dan Inggris menunjukkan risiko serangan jantung naik. Obat NSAID itu ialah ibuprofen, diclofenac,celecoxib, dan naproxen. Studi yang dipublikasikan di British Medical Journal pada Rabu ( 10/5 ) itu menyebut risiko serangan jantung ada sejak sepekan konsumsi NSAID.

Sebuah studi baru-baru ini menyimpulkan obat pereda nyeri yang biasa kita dapatkan tanpa resep dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Menurut para peneliti di the University of Montreal Hospital Research Center (CRCHUM), obat anti radang non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko serangan jantung  khususnya dalam bulan pertama sejak mengkonsumsi obat tersebut dalam dosis tinggi.

Pengguna NSAID 20-50 persen lebih berisiko serangan jantung dibandingkan pemakai obat pereda nyeri lain. ” Dokter perlu memperhatikan risikonya sebelum meresepkan NSAID, ” kata pimpinan studi Michele Bally dari Rumah Sakit Pendidikan Unversitas Montreal Kanada.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / The Guardian / MZW.

Iklan