Perusahaan teknologi pembayaran Mastercard sukses menguji coba kartu kredit dengan teknologi pemindai sidik jari di Afrika Selatan. Hal ini membuka peluang untuk memperluas implementasi fitur tambahan keamanan ke lebih banyak negar di berbagai kawasan, seperti Asia atau Eropa. Tidak lagi mengandalkan mesin pemindai, pemindai sidik jari berupa sensor biometrik terletak pada permukaan kartu kredit.

Dikutip dari Media Online luar Negri Dailymail, Ajay Bhalla selaku kepala keamanan MasterCard menuturkan penggunaan sidik jari tidak akan tergantikan oleh sistem duplikat apapun, mengingat setiap jari memiliki keunikan yang berbeda-beda, sedangkan untuk proses registernya nasabah akan dipindai sidik jarinya kemudian dimasukan pada chip yang telah disediakan pada Kartu Kredit yang kita pegang, oleh karena itu bentuk fisik dari kartu kredit ini memang sedikit lebih tebal dari kartu kredit pada umumnya. ( KancaPos )

Dengan demikian, sebagaimana disebutkan dalam situs BBC.com, Kamis ( 20/4 ), jari yang didaftarkan harus diletakkan di atas sensor saat kartu menggesek mesin pembaca sebagai metode untuk verifikasi transaksi. Metode ini diharapkan bisa menjadi pelengkap dari lapis pengamanan identitas pengguna dari cip ataupun kode rahasia yang harus dihafal.

Sumber : Kilas Iptek / BBC.COM / ELD

Iklan