Mariyuana dipercaya bisa mengurangi kemunduran kemampuan otak yang terjadi seiring pertambahan usia. Kesimpulan itu didapat tim ilmuwan dari Universitas Bonn dan The Hebrew University of Jerusalem dengan uji coba ke tikus tua yang menampilkan hasil kerja otak layaknya berusia dua bulan. Terapi berpotensi diuji mengobati demensia, seperti dipublikasikan di jurnal Nature Medicene.

Mengutip The Guardian via Tribun, Kamis (11/5/2017), para ilmuwan menyebutkan, dengan mengonsumsi ekstrak ganja setiap harinya dapat memperlambat atau bahkan mengembalikan penurunan kognitif pada orang yang berusia tua. Penemuan ini diambil setelah tes yang dilakukan kepada tikus setelah diberi tetrahydrocannabinol (THC). THC yaitu bahan psikoaktif utama pada ganja dengan dosis rendah dan teratur mengganggu pembelajaran pada hewan muda, namun meningkatkan kinerja pada yang tua.

Dikutip dari Science Daily, Senin ( 8/5 ), tim peneliti memberikan tetrahydrocannabinol-delta9, senyawa kimia dari kelenjar tanaman ganja ke tikus berusia 2 tahun, 12 bulan selama empat pekan sambil diuji kemampuan belajar dan daya ingat lewat tes orientasi dan mengenali tikus lain.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ELD.

Iklan